TUGAS BISNIS DAN ETIKA DALAM DUNIA MODERN

Nama   : Rachmawati Dwi Puspita

Prodi   : Manajemen

Nim     : 01221012

Kelas   : A-01

BISNIS DAN ETIKA DALAM DUNIA MODERN

Berikan gambaran umum tentang profesi bisnis dan tanggung jawab moral dan sosial bisnis beserta contohnya.

Gambaran Umum berisi penjelasan tentang :

  1.          Hakikat bisnis
  2.       Karakteristik profesi bisnis
  3.       Pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder ke pendekatan stakeholder
  4.       Tanggungjawab moral & sosial bisnis dalam Dunia Modern

Jawaban di sampaikan dalam forum ini.Dapat  menjelaskan Kode etik perusahaan 

Jawaban:

1.      1. Bisnis pada hakikatnya adalah organisasi yang bekerja ditengah tengah masyarakat atau sebuah komunitas yang berada di tengah tengah komunitas lainnya. Bisnis memiliki peran penting di kehidupan manusia dari jaman pra sejarah, abad pertengahan, era merkantilisme, fisiokrat, klasik, sampai jaman modern seperti sekarang ini. Menurut bertens bisnis sebagai kegiatan sebagai kegiatan sosial pada hakikatnya dapat dipandang dari 3 sudut yang berbeda yaitu sudut pandang ekonomi, moral, hukum. Hakikat bisnis yang sebenarnya adalah menjaga orang lain. Ini bukan hanya konsep kebangsawanan dan spiritualitas. Ini adalah konsep bisnis. Bahkan bisnis itu sendiri pada dasarnya bersifat spiritual. Bisnis nyata harus didasarkan pada spiritualitas dan mengarah ke tingkat spiritualitas yang lebih tinggi baik bagi artis maupun klien. Orang yang melayani orang lain dengan kompetensi yang besar menjadi orang yang penting dan berharga.

Contoh : seorang reseller makanan ringan yang menawarkan produknya kepada pelanggann

 

2.     2.  Pekerjaan didefinisikan sebagai pekerjaan yang mencari nafkah melalui penggunaan pengetahuan dan keterampilan khusus, termasuk komitmen pribadi dalam menyelesaikan pekerjaan. Ekonomi modern menuntut dan menuntut dari para wirausahawan agar menjadi profesional, profesional selalu merupakan orang-orang yang memiliki komitmen pribadi tingkat tinggi, yang  serius dalam mengerjakan pekerjaannya, yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya agar tidak  merugikan orang lain.

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu:

1.      Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pegalaman yang bertahun-tahun.

2.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

3.      Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat.

4.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

5.      Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

 

3.    3.   Pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder kependekatan stakeholder dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

 

4.  4. Tanggung jawab perusahaan adalah tindakan dan pedoman perusahaan sehubungan dengan menangani prinsip-prinsip etika. Secara umum, etika adalah aturan  prinsip dan nilai moral yang menjadi pedoman perilaku seseorang atau sekelompok orang ketika mengambil keputusan tentang baik atau buruk. Menurut Jones, etika mengacu pada nilai-nilai internal yang menjadi bagian dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan terkait dengan tanggung jawab sosial.

Ada 3 pendekatan untuk membentuk tanggung jawab sosial:

1.      Pendekatan moral adalah bertindak sesuai dengan prinsip persatuan

2.      Pendekatan kepentingan bersama, yaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar koeksistensi, keadilan, dan kebebasan yang bertanggung jawab

3.      Kebijakan yang baik hati adalah tanggung jawab sosial, yang didasarkan pada nilai-nilai yang diasumsikan perusahaan yang membawa manfaat yang signifikan bagi para pemangku kepentingan.

Tanggung jawab moral dan sosial perusahaan dari sudut pandang strategis, bahwa  perusahaan komersial harus memperhitungkan tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat tempat perusahaan itu berada. Ketika perusahaan mulai mengabaikan tanggung jawab mereka, masyarakat cenderung merespon melalui pemerintah untuk mengurangi otonomi bisnis.

 

Kode Etik Perusahaan :

Manfaat kode etik perusahaan:

1.  Kode etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan dengan menggunakan etika  sebagai budaya perusahaan. Ini sangat penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak  saling mengenal dengan baik. Dengan  kode etik,  semua karyawan secara internal terikat pada standar etika yang sama, sehingga mereka membuat pedoman / keputusan yang sama dalam kasus serupa.

2.      Kode Etik, dapat membantu menghilangkan  area abu-abu dalam etika. (Penerimaan komisi, penggunaan pekerja anak, kewajiban operasional untuk melindungi lingkungan).

3.    Kode Etik menjelaskan bagaimana perusahaan menghargai tanggung jawab sosialnya.

4.  Kode Etik merupakan kesempatan bagi perusahaan dan dunia usaha pada umumnya untuk mengatur diri.

Latar belakang dari penciptaan Kode Etik adalah kemungkinan untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Jika perusahaan memiliki kode etik sendiri, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan  perusahaan yang tidak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Makalah Petemuan 6